Lingkungan Pekerjaan ~ Huo Huo Lafo Kofi

Tuesday, June 28, 2016

Lingkungan Pekerjaan

Bertolak belakang dengan apa yang di hadapi adalah lumrah, karena apa yang kita harapkan terjadi belum tentu disukai sama orang lain. Menata manajemen adalah sebuah cara untuk menyatukan perbedaan menjadi sebuah acuan sehingga menjadi standard dalam melakukan kegiatan. Mengapa perlu sebuah manajemen ? Manajemen sangat mempengaruhi maju mundurnya sebuah kegiatan usaha. Tidak sedikit perusahaan Colaps / mati suri akibat tidak berjalannya manajemen dengan baik. Dimana keberadaan saya dan sahabat saat ini ? Sahabat dan saya sedang dilingkungan yang sama? sudah lamakah sahabat dan saya di lingkungan tersebut ? Jangan panik, segera cek dan pastikan sahabat dan saya berada dilingkungan manajemen yang baik dan benar. Kalau ternyata sedang berada dilingkungan manajemen yang kurang baik, apa yang dilakukan ? Jangan-jangan saya dan sahabat terjebak didalamnya ? Jangan berlama-lama. Sebuah pertanyaan yang konyol, "Apakah saya dan sahabat masih betah dilingkungan tersebut? " Jawabannya,"hanya saya dan sahabat yang tau".
Marilah kita lebih dekat ke sebuah kenyataan yang mungkin ironis kedengarannya. Mungkin tidak asing lagi di telinga kita sebuah pernyataan:"Hukum Sebab Akibat". Ketika "top management" memperlakukan bawahannya seenaknya, maka di pastikan bawahannya tidak akan respect lagi dengan atasannya. Apa yang salah bila hal ini terjadi. Beberapa temuan kecil yang bisa kami share dengan sahabat-sahabat pengunjung setia blog ini, antara lain :
1). Kurangnya Kepercayaan kepada bawahan. Bila di lingkungan sahabat bekerja saat ini menemukan tidak jalannya manajemen sebagaimana mestinya, jangan-jangan pimpinan tempat sahabat bekerja sudah tidak percaya lagi sama bawahannya (Krisis Kepercayaan)
2). Tumpang tindihnya garis komando. Artinya ketika di sebuah lingkungan pekerjaan terdapat lebih dari satu pucuk pimpinan maka di pastikan akan terjadi kemacetan pada operasional pekerjaan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena terdapatnya tarik menarik kepemimpinan
3). Di dasari oleh kepemilikan usaha tersebut. Kalau sebuah usaha di kelola oleh manajemen keluarga maka di pastikan unsur keluarga pasti akan menempati posisi diatas manajemen perusahaan. Faktor inilah yang membuat macetnya operasional sebuah usaha
4). Penempatan orang-orang yang kurang tepat pada formasi operasional sebuah usaha. Sumber daya manusia merupakan hal yang tidak terpisahkan untuk keberhasilan jalannya manajemen yang baik. Padahal kita mengenal istilah "The Right Man, The Right Place"
Pada beberapa hal diatas hanya bagian terkecil yang terjadi di kebanyakan lingkungan pekerjaan. Walaupun masih terdapatnya kekurangan sana - sini, tetapi masih pada batas masalah teknis namun yang perlu di perhatikan adalah sahabat berada di formasi yang tepat dan membawa perbaikan dan manfaat bagi kemajuan sebuah usaha ditempat sahabat bekerja. Kata Kuncinya adalah : "Setiap karyawan haus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. Semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa SETIAP KARYAWAN BERARTI BAGI KARYAWAN LAIN dan KARYAWAN LAIN SANGAT DIBUTUHKAN OLEH DIRINYA. Manajerial wajib memiliki kemampuan yang melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa kehendak dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan  friction de corp (perpecahan dalam korp) dan hanya membawa kemunduran di lingkungan pekerjaan
Jadilah berdampak yang baik
Jadilah Terang dan Garam
Akhir kata :
"Keberhasilan hanya bisa di raih ketika perangkatnya dalam keadaan baik dan benar"

Tetap Semangat, lakukan yang baik dan Jadilah TERANG serta GARAM dimana kita berada, pastikan kita BERDAMPAK BAIK bagi orang lain


Ruang Admin

0 comments:

Post a Comment








Check Page Rank of your Web site pages instantly:







This page rank checking tool is powered by PRChecker.info service





TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DAN TETAP JAYA BLOGGER INDONESIA